Search This Blog

Supikno Suriaman. Powered by Blogger.

Manfaat Jus Mangga Dan Jus Semangka

Pada artikel ini akan diulas informasi mengenai manfaat jus mangga dan semangka yang perlu kita ketahui sebagai berikut.  Jus M...

Saturday, 27 February 2016

Manfaat Jus Mangga Dan Jus Semangka




Pada artikel ini akan diulas informasi mengenai manfaat jus mangga dan semangka yang perlu kita ketahui sebagai berikut. 

  • Jus Mangga

Mengatasi Penyakit Kanker

mangga merupakan buah yang mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi. Tak hanya kandungan antioksidan, semua senyawa yang terdapat di dalamnya juga ramah dengan usus organ-organ tubuh serta dapat mengatasi penyakit kanker, seperti kanker darah, kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus besar.

Menjaga Performa Kardio Tubuh

Mengkonsumsi jus mangga secara rutin berkhasiat untuk menjaga performa kardio tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan dapat membantu proses penyerapan nutrisi dengan lebih baik.

Menstabilkan Kadar Gula pada Tubuh 

Kandungan serat pangan dan gula alami yang terdapat di dalam jus mangga sangat aman untuk dikonsumsi penderita penyakit diabetes.

Mencegah dan Mengatasi Anemia

Di dalam jus mangga terdapat kandungan zat besi yang cukup banyak. Dengan mengkonsumsi jus mangga secara rutin dapat mencegah dan mengatasi penyakit anemia karena kandungan zat besi di dalamnya berfungsi untuk memproduksi sel-sel darah merah.

Melancarkan Sistem Pencernaan

Kandungan serat pangan yang terdapat di dalamnya mempunyai kemampuan untuk melancarkan sistem pencernaan serta dapat menyehatkan organ-organ pencernaan, sehingga tubuh terbebas dari masalah gangguan pencernaan seperti sembelit, wasir dan susah buang air besar.

Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Semua kandungan nutrisi dan senyawa yang ada di dalam jus mangga berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah sehingga terhindar dari resiko terkena hipertensi, penyakit jantung dan stroke.

  • Jus Semangka

Menjaga Kesehatan Jantung

Menjalankan pola hidup yang kurang sehat biasanya akan membuat seseorang mengalami resiko terkena penyakit jantung. Agar terhindar dari masalah tersebut, tubuh harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk meningkatkan kinerja organ-organ tubuh termasuk jantung. Salah satu minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi agar jantung tetap sehat adalah jus semangka. Pasalnya, di dalam jus ini terdapat kandungan nutrisi dan senyawa yang dapat meningkatkan kinerja jantung menjadi optimal.

Menyehatkan Tulang

Jus semangka mempunyai kandungan mineral berupa kalium dan kalsium. Kedua kandungan nutrisi tersebut berfungsi untuk mempertahankan kepadatan tulang, menguatkan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis, sehingga tulang menjadi sehat.

Sumber Antioksidan Alami

Di dalam jus semangka terdapat kandungan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas. Antioksidan tersebut juga mempunyai kemampuan untuk menjaga kesehatan kulit dan dapat membuat kulit terlihat awet muda.

Mencegah Dehidrasi

Seperti apa yang sudah diketahui sebelumnya, jus semangka merupakan minuman yang menyegarkan karena di dalamnya terdapat kadar air tinggi dan terdapat kandungan mineral hingga 90%. Dengan demikian, jus semangka dapat dikonsumsi untuk menghilangkan dahaga dan dapat mencegah dehidrasi.


Untuk mendapatkan manfaat kedua jus secara maksimal dianjurkan untuk tidak menambahkan gula pada jus. karena di dalam jus semangka sudah terdapat kandungan gula alami yang dapat memberikan rasa manis saat dikonsumsi. Memberikan gula tambahan pada jus semangka justru dapat meningkatkan kadar gula di dalam darah. 

 

Tuesday, 23 February 2016

Aplikasi ini Dapat Mendeteksi Gempa Bumi




Click


Seperti yang dilansir dari Phone Arena, Sabtu (13/2/2016), UC Barkeley telah meluncurkan sebuah aplikasi untuk perangkat Android yang bernama MyShake. Aplikasi ini menggunakan sensor gerak smartphone Anda untuk menentukan apakah bumi yang sedang Anda pijak bergetar atau tidak. Informasi yang berasal dari smartphone Anda akan dikumpulkan dan dijadikan satu dengan informasi dari pengguna lain di suatu wilayah yang sama. Dengan mengumpulkan informasi yang relevan, menggunakan cara ini cukup akurat untuk membuat peringatan dini akan terjadinya gempa bumi. Para peneliti menggunakan serangkaian informasi yang mereka dapatkan dari penguna. Sensor yang paling berperan utama pada aplikasi ini adalah akselerometer, dan seperti yang kita ketahui, hampir semua smartphone Android telah memiliki sensor ini. Selain itu, untuk membuat informasi peringatan dini yang akurat, para peneliti telah menerapkan sebuah algoritma khusus yang dapat membedakan informasi asli dan informasi palsu. Sebuah smartphone yang memiliki akselerometer dapat memprediksi gempa hingga berkekuatan 5SR dengan jarak jangkauan hingga 6,2 mil atau sekitar 10km. Jika 60% dari mereka yang telah memasang aplikasi ini menunjukkan peringatan gempa pada saat yang sama, alarm dikirim bahwa gempa akan datang. Dan peringatan dini ini penting karena dapat mengetahui bahwa gempa akan datang bahkan hanya 60 detik ke depan, sudah cukup untuk mengambil tindakan pencegahan yang bisa menyelamatkan banyak nyawa. Aplikasi ini juga menunjukkan Anda apa yang harus lakukan jika Anda terjebak dalam gempa bumi, seperti cara berlindung jika Anda di dalam gedung bertingkat, atau tidak panik saat mencari jalur evakuasi. Namun aplikasi ini baru tersedia untuk platform Android, sedangkan untuk iOS akan mulai tersedia dalam waktu dekat. Bagi Anda yang ingin memasang aplikasi ini pada perangkat Android Anda bisa mengikuti link berikut.

Saturday, 20 February 2016

Laptop Pemburu Alien By Nasa


Kehidupan angkasa luar memang sangat menarik untuk diteliti, terlebih tentang misteri keberadaan alien yang hingga saat ini masih menjadi sesuatu yang belum bisa dijelaskan keberadaannya. Untuk hal itu, sejumlah ilmuwan bekerja dengan NASA, untuk mengembangkan sebuah alat penelitian yang disebut Chemical Laptop.

(Kredit: NASA/Mashable)
(Kredit: NASA/Mashable)

Chemical Laptop atau laptop kimia ini dirancang khusus oleh para ilmuwan agar bisa membawa sampel material pada tubuh kosmik lainnya dan agar dapat mencari tahu tentang tanda-tanda kehidupan asing. Kedepannya, NASA juga akan menggunakan alat ini untuk penelitian dan eksplorasi angkasa luar. Seperti yang diwartakan Mashable, Jum’at (20/11/2015),  laptop kimia ini dirancang khusus agar dapat mengambil sampel cairan yang kemudian mencampurnya dengan pewarna, sampel tersebut akan menempel pada amino dan fatty acids, yaitu sejenis senyawa organik yang dapat menjadi tanda kehidupan, yang kemudian bisa memilih melalui deteksi laser. Bahkan NASA membandingkan Chemical Laptop dengan Star Trek “Tricorder” untuk mengetahui tanda-tanda kehidupan asing. Laptop kembangan NASA ini memang berbeda dengan laptop pada umunya, pada sisi software laptop ini mililiki aplikasi perbedaan analisa seperti amino dan fatty acids. Kedua jenis itu memang terdengar agak umum dan simpel, namun keduanya memiliki perang sangat penting. Keduanya merupakan kunci penting dalam kehidupan, seperti yang kita ketahui protein berperan dalam perkembangan tubuh manusia dan protein terbentuk dari asam amino. Sedangkan fatty acids dapat ditemukan di dalam membran sel.Meski keduanya dapat terbentuk dengan sendirinya di alam tanpa harus adanya kehidupan, ini berarti adanya kedua hal tersebut bukan merupakan tanda pasti akan adanya kehidupan asing. Karena kompleksitas ini, Chemical Laptop dirancang untuk membedakan antara biologis buatan dan alami dari acids atau asam. Para ilmuwan juga telah menemukan bahwa amino acid bisa menjadi right handed atau left handed. Sedangkan di Bumi, amino acid biasanya ditemukan dengan memiliki karakteristik left handed, standar yang kemungkinan telah ditentukan ketika kehidupan pertama dimulai. Bila mereka berhasil menemukan kelebihan left atau right handed, maka hal itu akan menjadi pencapaian terbasar NASA. Karena hal itu juga akan dapat menjadi bukti terbaik bahwa adanya kehidupan di planet lain selain bumi. Namun laptop kembangan NASA itu belum sepenuhnya dapat bekerja optimal, dibutuhkan pengembangan lagi agar sample dapat bekerja baik dengan alat.

Friday, 19 February 2016

ReFlex : Smartphone Fleksibel


(Kredit: YouTube/Screenshot)

ReFlex merupakan prototipe smartphone yang mengkombinasikan layar FOLED seluas 6 inci beresolusi HD 720p yang dapat ditekuk dengan kemampuan multitouch dan sensor yang dapat menentukan berapa banyak layar dapat dibengkokkan. Diresmikan oleh Queen’s University Human Media Lab, ReFlex menggunakan layar fleksibel untuk memulai menggunakan fitur tertentu. Misalnya, sambil menekan sisi kanan layar, halaman online akan membolak-balik dari kanan ke kiri seperti yang terlihat atau terasa seperti membalik halaman buku di dunia nyata. Dengan menjalankan OS Android 4.4 pra-instal pada prototipe, layar fleksibel smartphone ini mencoba untuk tetap realistis, berpegang pada hukum fisika .Misalnya, semakin Anda menekuk layar, semakin cepat halaman e-book akan membalikHal ini juga berlaku ketika digunakan untuk bermain game, seperti game Angry Birds yang mana bila Anda menekukkan layar dapat menarik ketapel untuk meluncurkan karakter burung pemarah. Dengan menggunakan umpan balik haptic, Anda akan dapat merasakan pengetatan katapel, atau halaman menjadi sebuah e-book. Umpan balik juga memungkinkan Anda untuk menavigasi lokasi Anda pada dokumen secara online tanpa melihat layar. ReFlex akan diperkenalkan hari ini pada sebuah acara konvensi di Belanda yang memuat tema utama interaksi antara komputer dan manusia. Mereka yang terlibat dalam pengerjaan perangkat ini mengatakan bahwa itu adalah lima tahun lamanya untuk tersedia secara komersial.

Friday, 12 February 2016

Manfaat Jeruk Nipis



Mencerahkan wajah

Setiap wanita pastinya sangat mendambakan memiliki kulit wajah yang putih dan cerah, untuk mendapatkannya kita bisa menggunakan air jeruk nipis, caranya cukup mudah. Pertama siapkan jeruk nipis yang sudah matang, peras hingga mendapatkan cukup banyak air sari jeruk nipis. Selanjutnya siapkan satu sendok makan madu, lalu campurkan pada air jeruk nipis tersebut, aduk sampai rata. Bilas wajah anda dengan air bersih sebelum melakukan perawatan, setelah itu baru oleskan ke wajah dan biarkan selama kurang lebih 30 menit. Jangan lupa bilas kembali wajah dengan air dingin untuk membersihkan sisa masker yang menempel.

Menghilangkan jerawat

Siapa saja tentunya tidak ingin punya wajah berjerawat, namun jika sudah terlanjur tumbuh jerawat anda bisa menggunakan tips cara menghilangkan jerawat dengan air jeruk nipis. Pertama-tama siapkan buah jeruk nipis matang, potong menjadi dua bagian, lalu peras airnya dan simpan pada sebuah wadah. Ambil kapas lalu basahi dengan air jeruk nipis, oleskanlah kapas tadi ke bagian yang berjerawat, diamkan selama sekitar 20 menit, atau hingga mengering. Setelah selesai bilas wajah dengan air dingin.

Menghilangkan bekas luka

Noda bekas luka seperti bekas jerawat, bekas terjatuh, dan lainnya bisa di hilangkan dengan air jeruk nipis. Caranya sangat mudah, anda tinggal siapkan jeruk nipis matang lalu iris menjadi beberapa bagian, kemudian gosokanlah irisan buah jeruk nipis tadi ke bagian kulit yang memiliki bekas luka. Lakukan cara ini secara rutin dan teratur maka noda bekas luka akan sedikit demi sedikit memudar.
Menghilangkan komedo
Komedo di wajah bisa membuat penampilan kita jadi kurang maksimal, untuk itu lebih baik kita segera mengatasinya, salah satu cara untuk mengusir komedo di wajah secara alami adalah dengan jeruk nipis. Siapkan jeruk nipis matang, iris menjadi beberapa bagian, sebelum melakukan perawatan sebaiknya cuci bersih wajah anda dengan air dingin, setelah itu gosokan irisan jeruk nipis tadi ke bagian wajah yang berkomedo, diamkan selama beberapa menit atau hingga mengering setelah itu bilas wajah dengan air hangat. Keringkan wajah dengan menepuk-nepukan handuk secara perlahan.

Thursday, 11 February 2016

5 things you need to know about Zika


CNN.com - The Zika virus, transmitted by the aggressive Aedes aegypti mosquito, has spread to at least 29 countries. WHO estimates 3 million to 4 million people across the Americas will be infected with the virus in the next year. The Centers for Disease Control and Prevention is warning pregnant women against travel to those areas; health officials in several of those countries are telling women to avoid pregnancy -- in some cases for up to two years.
"As long as the mosquito keeps reproducing, each and every one of us is losing the battle against the mosquito," Brazilian President Dilma Rousseff said recently. "We have to mobilize so we do not lose this battle."
The U.S. Defense Department is offering voluntary relocation to pregnant employees and their beneficiaries who are stationed in affected areas.
    "That's a pandemic in progress," said Dr. Anthony Fauci, director of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases at the National Institutes of Health. "It isn't as if it's turning around and dying out; it's getting worse and worse as the days go by."
    Here are five important things to know about Zika:

    1. What is Zika and why is it so serious?

    The Zika virus is a flavivirus, part of the same family as yellow fever, West Nile, chikungunya and dengue. But unlike some of those viruses, there is no vaccine to prevent Zika or medicine to treat the infection.
    Zika is commanding attention because of an alarming connection between the virus andmicrocephaly, a neurological disorder that results in babies being born with abnormally small heads. It causes severe developmental issues and sometimes death.
    Since November, Brazil has seen 404 confirmed cases of microcephaly in newborns. Seventeen of those cases have a confirmed link to the Zika virus. There were only 146 cases in 2014. So far, 15 babies have died from the condition, with five linked to Zika. An additional 56 deaths are under investigation, and authorities are investigating 3,670 suspected cases.
    Other Latin American countries are seeing cases in newborns as well. Colombia reported more than 2,000 pregnant women have tested positive for the virus, while in the United States one Hawaiian baby was born with microcephaly linked to the Zika virus after his mother returned from Brazil. Several states have confirmed the virus in individuals who traveled to areas where the virus is circulating, including Illinois, where health officials are monitoring two infected pregnant women.
    In Florida, the number of travel-related Zika cases stands at 12. No pregnant women are among those infected.
    The CDC is asking OB-GYNs to review fetal ultrasounds and do maternal testing for any pregnant woman who has traveled to one of the 29 countries where Zika is active.
    The agency advises health care providers offer testing for the virus to pregnant women who have traveled to those areas within two to 12 weeks after returning home.
    Providers should screen pregnant women with symptoms of the virus while they are experiencing illness and should test pregnant women without symptoms at the start of their prenatal care and run a subsequent test in the middle of the second trimester, the CDC said. Providers may want to consider an additional ultrasound beyond the routine second trimester ultra, the agency said.
    In most people, symptoms of the virus are mild, including fever, headache, rash and possible pink eye. In fact, 80% of those infected never know they have the disease. That's especially concerning for pregnant women, as this virus has now been shown to pass through amniotic fluid to the growing baby.
    "What we now know," said Dr. Lyle Petersen, director of the CDC's Division of Vector-Borne Diseases, "is that fetuses can be infected with the virus. That's not new for infectious diseases, but it is new for this virus."
    Fauci agreed, "This is a very remarkable and unusual situation, because the other flaviviruses don't do that to our knowledge. You just don't see that with dengue or West Nile or chikungunya."

    2. How is Zika spread?

    The virus is most commonly transmitted when an Aedes mosquito bites a person with an active infection and then spreads the virus by biting others. Those people become carriers when they have symptoms.
    On Tuesday, the CDC reported the first case of locally acquired Zika virus in the United States in the latest outbreak, but it was not from a mosquito bite. Instead it was passed via sex.
    The case, which Dallas County, Texas, health officials announced, involved a patient who had sex with someone who had recently returned from Venezuela infected with the mosquito-borne virus. The patient had not traveled.
    "There have been isolated cases of spread through blood transfusion or sexual contact and that's not very surprising," CDC Director Tom Frieden told CNN's Dr. Sanjay Gupta. "The virus is in the blood for about a week. How long it would remain in the semen is something that needs to be studied, and we're working on that now."
    The CDC stressed no danger faced the developing fetus in the Texas case and said it planned to provide guidance on sexual transmission with a "focus on the male sexual partners of women who are or who may be pregnant."
    Previously, there had been only two documented caseslinking Zika to sex. During a 2013 outbreak in French Polynesia, semen and urine samples from a 44-year-old Tahitian man tested positive for Zika even when blood samples did not. Five years earlier, Colorado microbiologist Brian Foy contracted Zika after travel to Senegal; his wife came down with the disease a few days later even though she had not left northern Colorado and was not exposed to any mosquitoes carrying the virus.
    But the CDC noted: "There have been no reports of sexual transmission of Zika virus from infected women to their sex partners."
    The CDC said there have been documented cases of virus transmission during labor, blood transfusion and laboratory exposure. While Zika has been found in breast milk, it's not yet confirmed it can be passed to a baby through nursing.
    For women of childbearing age, the CDC now recommends discussing, "strategies to prevent unintended (pregnancies), including counseling on family planning and the correct and consistent use of effective contraceptive methods in the context of the potential risks of Zika virus transmission" with patients.
    The CDC also called on local health officials to implement routine testing recommendations for pregnant women with or without symptoms based on local transmission of the virus and their capacity to process them.
    The CDC's Frieden said while research continues on sex and other avenues of transmission, the "vast majority of spread" of the Zika virus is going to be from mosquitoes. "The bottom line is mosquitoes are the real culprit here," he said.
    How concerned should you be about the #Zika virus? Dr. Sanjay Gupta is live to answer your questions. Ask away!

    3. Where is the Zika virus now?

    The Zika virus is now being locally transmitted in Barbados, Bolivia, Brazil, Cape Verde, Colombia, Costa Rica, Curacao, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Jamaica, Martinique, Mexico, Nicaragua, Panama, Paraguay, Puerto Rico, St. Martin, Suriname, Samoa, Tonga, the U.S. Virgin Islands and Venezuela, according to the CDC and WHO.
    Zika has arrived in the United States from travelers returning from these infected areas and, in one case, through sexual transmission. The concern, of course, is whether imported cases could result in more locally transmitted cases within the United States.
    The Aedes albopictus, or Asian tiger mosquito, which along with Aedes aegypti transmits Zika virus, is present in many parts of the United States.
    If mosquitoes in the United States do become carriers, a model created by Toronto researchers found more than 63% of the U.S. population lives in areas where Zika virus might spread during seasonally warm months. A little more than 7% of Americans live in areas where the cold might not kill off the mosquito in the winter, leaving them vulnerable year-round.

    4. What can you do to protect yourself against Zika?

    With no treatment or vaccine available, the only protection against Zika is to avoid travel to areas with an active infestation. If you do travel to a country where Zika is present, the CDC advises strict adherence to mosquito protection measures: Use an EPA-approved repellent over sunscreen, wear long pants and long-sleeve shirts thick enough to block a mosquito bite, and sleep in air-conditioned, screened rooms, among others.
    If you have Zika, you can keep from spreading it to others by avoiding mosquito bites during the first week of illness, the CDC said. The female Aedes aegypti, the primary carrier of Zika, is an aggressive biter, preferring daytime to dusk and indoors to outdoors. Keeping screens on windows and doors is critical to preventing entry to homes and hotel rooms.

    5. What's being done to stop Zika?

    Researchers are hard at work in laboratories around the world trying to create a Zika vaccine. A clinical trial for a Zika virus vaccine could begin this year, according to Fauci.
    "While in development, it's important to understand we won't have a vaccine this year or even in the next few years, although we may be able to have a clinical trial start this calendar year," he said.
    Health officials are implementing traditional mosquito control techniques such as spraying pesticides and emptying standing water receptacles where mosquitoes breed. The CDC encourages homeowners, hotel owners and visitors to countries with Zika outbreaks also to eliminate any standing water they see, such as in outdoor buckets and flowerpots.
    Brazil is taking steps against the Zika virus
    Brazil is taking steps against the Zika virus 01:38
    Studies show local control is only marginally effective since it's hard to get to all possible breeding areas. And since Aedes aegypti has evolved to live near humans and "can replicate in flower vases and other tiny sources of water," said Foy, the Colorado microbiologist, the mosquitoes are difficult to find and eradicate.
    Another prevention effort is OX513A, a genetically modified male Aedes aegypti, dubbed by critics as the "mutant mosquito" or "Robo-Frankenstein mosquito." The creation of British company Oxitec, OX513A is designed to stop the spread of Zika by passing along a gene that makes his offspring die. Since females only mate once, in theory this slows the growth of the population. Each OX513A carries a fluorescent marker, so scientists can track him.
    Key West, Florida, residents gave the genetically modified male his monster nicknames while protesting a trial release of the mosquito in 2012 as a way to combat an outbreak of dengue fever in South Florida. The Food and Drug Administration is reviewing that effort.
    But field trials in Brazil in 2011 were successful, according to Oxitec, eliminating up to 99% of the target population. A new release of males in the Pedra Branca area of Brazil in 2014 was 92% successful, the company said. The mosquito has also been tested in the Cayman Islands, Malaysia and Panama.
    Follow CNN Health on Facebook and Twitter.